Wednesday, November 21, 2012

Perbedaan Kredit dan Debit



Perbedaan Kredit dan Debit
Mungkin bagi kita yang belum mengerti betul tentang akuntansi, pasti akan bingung tentang apa yang dimaksud dengan debit, kredit, apa yang menjadi perbedaan keduanya, dan mengapa perlu dibedakan antara keduanya? Di kesempatan kali ini akan kami sampaikan segala hal tentang kredit dan debit.
Istilah kredit dan debit yang ada di dunia akuntansi sebenarnya berbeda dengan istilah kredit maupun debit yang digunakan orang awam pada umumnya. Di lingkungan orang awam dengan akuntansi, kredit lebih diartikan dengan hutang. Salah satu contohnya adalah tren pembelian motor secara kredit, yaitu membeli motor dengan jalan pembayaran yang diangsur tiap periode tertentu, biasanya bulanan.
Sedangkan istilah debit sering diartikan dengan  menabung di bank. Sering kita jumpai bahwa orang – orang menggunakan istilah debit hanya di kalangan perbankan saja. Contohnya adalah penggunaan kartu debit.
Tetapi apakah pengertian dari debit dan kredit menurut akuntansi? Istilah kredit dan debit mulai muncul di dunia akuntansi ketika muncul metode double entry dalam pencatatan yang ditemukan oleh Luca Pacioli. Beliau berkata :
“ Double-entry accounting is based on a simple concept: each party in a business transaction will receive something and give something in return. In bookkeeping terms, what is received is a debit and what is given is a credit. The T account is a representation of a scale or balance.” 
Yang secara gampangnya dapat diterjemahkan sebagai berikut :
“ akuntansi pencatatan ganda adalah konsep yang simple dimana setiap traksaksi bisnis pasti mempunyai dua elemen dimana ketika ada penerimaan sesuatu pasti di lain sisi juga pasti memberikan sesuatu sebagai balasannya, demikian juga sebaliknya. Di dalam akuntansi, apapun yang diterima adalah debit, dan apa yang diberikan adalah kredit.
Luca Pacioli juga memberikan cara yang mudah di dalam pencatatan akun kredit dan debit dengan menggunakan T account. T account akan kami jelaskan di lain kesempatan.
Untuk penerapan akun debit kredit dan akun – akun apa saja yang terpengaruh klik disini.

4 comments:

zaldirich18t said...

pertanyaanya?apakah buku tabungan bank yang mencatatkan uang nasabah jika menabung di kredit,dan jika tarik di debet salah???atau apakah perbankan memakai metoda yg salah sehingga orang awam memahami yg sehari2 dipakai salah?ataw jangan2 Luca Pacioli yang salah???( mohon pencerahan ).karena jika saya menabung pun di bank uang yang saya masukin ke bank pasti dicatat dibuku tabungan sebagai kredit.da jika saya ambil uang tabungannya saya pasti di debet! kenapa konsep akuntasi beda,contoh ada uang masuk untuk patty cash kenapa di tarok di possisi debit???

Galang Pujo Setyanto said...

Wah pertanyaan yang cukup bagus... Memang kalau sekilas kita lihat bank kelihatan salah, akan tetapi kalau kita telisik lebih dalam lagi, maka pencatatan bank sudah benar dan sesuai dengan penerapan debit dan kredit.
Yang perlu kita cermati sekarang adalah pertama buku tabungan yang kita terima itu pencacatan kita atau pencatatan dari bank???
Jelas buku bank adalah pencatatan dari bank bukan dari kita walaupun uangnya memang milik kita.
Yang perlu kita cermati berikutnya adalah yang tercatat di buku tabungan itu apa?? Apakah Kas atau utang bank kepada kita??
Sebenarnya yang tercatat di bank adalah utang bank kepada kita, bukan jumlah uang yang telah kita masukkan atau tarik dari bank.
Secara otomatis dapat kita simpulkan bahwa apabila kita menabung di bank, maka utang bank kepada kita kan naik dan utang itu adanya di sisi kredit. Begitu pula sebaliknya jika kita menarik uang dari bank, maka utang dari bank akan berkurang dengan jalan mendebet akun utang bank yang ada di kredit...
Untuk contohnya bisa dikunjungi blog berikut http://rhiahanafi.blogspot.com/2012/11/akuntansi-bank-vs-akuntansi-perusahaan.html
Terimakasih......
Contoh simpelnya adalah saat kita menabung di bank, di buku tabungan akan terdapat penambahan akun kredit

Pengawasan Inspektorat said...

Perlu dicatat bahwa buku rekening bank yang atas nama kita itu sebetulnya bukan buku kita, melainkan bukunya bank. Coba buka halaman belakang sampul, di situ tertulis: Buku ini milik Bank ... (BRI, misalnya), harap kembalikan ke Bank jika terjadi kehilangan.
Kalau buku tersebut milik Bank, berarti terhadap tabungan/simpanan nasabah, bank mencatatnya sebagai modal sehingga dibukukan di sisi KREDIT. dan bila nasabah menarik, diakui bank sebagai penarikan modal dan dicatat di sisi DEBET. Kredit itu berarti percaya (bhs. Latin: Credere). Klo org percaya pada bank bersangkutan, maka org tersebut akan menyimpan uangnya di bank. Karena kepercayaan itulah, setiap simpanan nasabah akan dicatat pihak bank di sisi CREDIT.

donyna70 said...

Terimakasih Banyak,
Saya jadi lebih faham mengenai definisi 'Kredit' & 'Debit' yg sesungguhnya

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►