Thursday, November 15, 2012

Siklus Akuntansi


Setelah kita mengetahui tentang pentingnya laporan keuangan yang kami sampaikan di artikel sebelumnya tentang manfaat laporan keuangan 1 dan manfaat laporan keuangan 2, maka sekarang seharusnya kita mempunyai alasan untuk belajar akuntansi, dimana akuntansi merupakan jalan untuk mendapatkan laporan keuangan. Seperti yang kita tahu, kita tidak akan terlalu focus pada sesuatu yang tidak kita ketahui manfaatnya bagi kita.
Seperti yang saya bicarakannya sebelumnya, akuntansi merupakan jalan kita dapat membuat laporan keuangan. Akuntansi merupakan proses yang terdiri dari beberapa subproses, antara lain analisis, pencatatan, pengklasifikasian, pengihtisaran, dan yang terakhir adalah proses penginterprestasian.
Setiap proses yang ada harus dilaksanakan secara berurutan dan tidak boleh dilewati satupun. Mengapa setiap proses yang ada di siklus akuntansi tidak boleh dilewati? Setiap proses yang ada di akuntansi merupakan sumber informasi dan data untuk proses yang selanjutnya. Jadi tanpa proses analisis, proses berikutnya yaitu proses pencatatan tidak akan bisa dilakukan, apabila bisa dilakukan, hasilnya tidak akan memenuhi kriteria untuk digunakan dalam proses yang selanjutnya.
Proses yang pertama adalah analisa transaksi yang terjadi di lingkungan bisnis pemilik. Proses analisa merupakan proses dimana transaksi – transaksi yang terjadi diperiksa dan dicaritahu apakah transaksi tersebut mempunyai efek pada bisnis atau tidak. Proses analisa ini merupakan proses dasar yang penting dimngerti jika ingin membuat laporan keuangan yang baik. Transaksi mana yang harus dimasukkan ke dalam catatan bisnis dan transaksi mana saja yang tidak perlu dimasukkan ke dalam catatan.
Siklus akuntansi yang kedua adalah pencatatan. Proses pencatatan dilakukan setelah yakin bahwa suatu transaksi merupakan transaksi yang mempengaruhi bisnis. Pencatatan ddilakukan dengan beberapa metode baik itu metode real time, maupun metode batch. Metode real time merupakan metode dimana transaksi itu terjadi dan terindikasi merupakan transaksi yang mempengeruhi siklus, secara langsung dicatat dalam buku catatan transaksi. Sedangkan pada metode batch, transaksi yang terindikasi dikumpulkan dahulu sampai periode waktu yang telah ditentukan, kemudian secara periodic dimasukkan ke dalam buku catatan.
Siklus akuntansi yang ketiga adalah pengklasifikasian, dimana seluruh transaksi yang telah dicatat akan dikelompokan ke dalam jenis yang sama. Pengelompokan ini berdasarkan bagan akun standar ( chart of account ) yang telah kita buat sebelumnya. Tujuan dilakukan pengklasifikasian adalah agar mudah untuk dimengerti, akun yang dipakai tidak terlalu banyak, dan mudah untuk melakukan proses selanjutnya, yaitu proses summary.
Siklus akuntansi yang keempat adalah summary. Proses summary merupakan proses penyatuan segala informasi yang ada dari siklus – siklus akuntansi yang sebelumnya  untuk mendapatkan hasil yang dicapai dalam proses bisnis.
Siklus akuntansi yang kelima adalah pelaporan. Pelaporan merupakan proses dimana hasil yang ada akan diajukan kepada pihak – pihak yang memerlukan laporan keuangan. Untuk bisnis kecil, biasanya laporan keuangan hanya disampaikan kepada pemilik. Akan tetapi untuk skala bisnis yang besar, laporan diajukan kepada beberapa pihak sekaligus.
Siklus akuntansi yang terakhir adalah interprestasi laporan keuangan. Interprestasi laporan keuangan merupakan proses di mana pihak – pihak yang memerlukan laporan keuangan menerjemahkan maksud dari informasi yang ada di laporan keuangan. Seperti yang telah kami jelaskan di artikel manfaat laporan keuangan, laporan keuangan akan diambil informasi yang penting di dalamnya, bukan hanya nilai angka di laporan tersebut akan tetapi bagaimana angka – angka tersebut berpengaruh terhadap bisnis yang sedang dijalankan.

0 comments:

Post a Comment

◄ Newer Post Older Post ►